Musytag XXV UKM JQH al-Mizan Tuntas Digelar, Ahmad Iklil Muhaiyaddin Terpilih sebagai Ketua Umum
Setiap estafet kepemimpinan selalu menyimpan cerita. Bukan hanya tentang siapa yang datang dan siapa yang berpamitan, tetapi juga tentang ikhtiar yang diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ada gagasan yang diwariskan, ada evaluasi yang disampaikan, dan ada harapan yang dititipkan untuk masa depan.
Ikhtiar menjaga keberlanjutan itulah yang kemudian menemukan ruangnya dalam Musyawarah Tahunan Anggota (MUSYTAG) XXV UKM JQH al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selama tiga hari, pada 29 - 31 Mei 2026. anggota, pengurus, serta para demisioner berkumpul di Pondok Pesantren Jam'iyyatul Qurro', Sucen, Salam, Magelang. Mereka tidak hanya datang untuk memenuhi agenda organisasi, tetapi juga untuk merawat tradisi musyawarah yang telah menjadi denyut perjalanan al-Mizan selama lebih dari dua dekade.
MUSYTAG merupakan forum tertinggi organisasi yang setiap tahun menjadi ruang pertanggungjawaban pengurus atas amanah yang telah dijalankan. Di forum ini, capaian dipaparkan, kekurangan dievaluasi, dan berbagai catatan disampaikan sebagai bekal bagi kepengurusan berikutnya. Sebab sebuah organisasi tidak tumbuh hanya dari keberhasilan, melainkan juga dari keberanian untuk mengakui apa yang masih perlu diperbaiki.
Di balik dinamika sidang yang berlangsung, terselip pula suasana kebersamaan yang sulit ditemukan dalam ruang lain. Perbedaan pandangan muncul sebagaimana mestinya. Namun di forum musyawarah, perbedaan bukan alasan untuk berjarak. Justru melalui perbedaan itulah setiap gagasan diuji dan setiap keputusan dicari titik temunya.
Puncak MUSYTAG XXV hadir pada agenda yang selalu menjadi penanda arah baru organisasi :pemilihan Ketua Umum UKM JQH al-Mizan. Setelah melalui rangkaian sidang, penyampaian sepatah dua patah kalimat dari para calon ketua umum, serta proses pemungutan suara yang berlangsung secara demokratis, forum akhirnya mencapai satu keputusan bersama.
Tepat pukul 04.33 WIB, suasana forum yang sejak malam dipenuhi ketegangan dan harap-harap cemas mencapai titik akhirnya. Pimpinan sidang menetapkan saudara Iklil Muhaiyaddin sebagai Ketua Umum UKM JQH al-Mizan periode 2026–2027. Keputusan tersebut lahir melalui mekanisme pemilihan yang melibatkan seluruh peserta forum yang memiliki hak suara.
Dari 117 peserta yang hadir dalam MUSYTAG, Iklil Muhaiyaddin memperoleh 52 suara dan unggul dalam perolehan suara. Ketukan palu yang mengesahkan hasil tersebut tidak hanya menandai berakhirnya proses pemilihan, tetapi juga menjadi awal dari amanah baru yang akan diemban selama satu periode ke depan.
Di balik angka-angka hasil pemungutan suara, tersimpan harapan besar dari para anggota. Sebab setiap pergantian kepemimpinan bukan sekadar pergantian nama dalam struktur organisasi, melainkan juga peralihan tanggung jawab untuk menjaga nilai, melanjutkan perjuangan, dan membawa al-Mizan terus bertumbuh di tengah perubahan zaman.
Amanah itu kini telah berpindah tangan. Bersamanya hadir doa-doa yang mungkin tak seluruhnya terucap, harapan yang tak semuanya tertulis dalam notulensi sidang, serta keyakinan bahwa al-Mizan akan terus bertumbuh melalui tangan-tangan yang mencintainya.
Selamat mengemban amanah, Iklil Muhaiyaddin. Semoga setiap langkah yang ditempuh tidak hanya mengantarkan organisasi menuju capaian-capaian baru, tetapi juga menjaga nilai-nilai yang selama ini menjadi ruh al-Mizan : kebersamaan, pengabdian, dan kecintaan kepada Al-Qur'an. Sebab, sejatinyaseorang pemimpin akan dikenang bukan dari seberapa lama ia menjabat, melainkan dari jejak kebaikan yang ditinggalkannya dalam perjalanan organisasi.
Redaktur : Suci Wulandari