Rayakan Harlah ke-21, Kebersamaan jadi kunci kebesaran al-Mizan

Kebersamaan menjadi senjata utama UKM JQH al-Mizan semakin berkah manfaatnya. Pasalnya sejak berdirinya al-Mizan hingga sekarang di usianya yang ke-21, al-Mizan telah banyak melalui dinamika kehidupan. Namun kebersamaan tidak pernah hilang dalam kultur keorganisasian al-Mizan.
Usia yang ke-21 ini merupakan masa peralihan dari fase remaja menuju ke fase dewasa bagi UKM JQH al-Mizan sehingga para anggota al-Mizan diharapkan dapat menjaga dan merawat kebersamaan tersebut.
Anas Fahrudin sesepuh al-Mizan mengaku bahwa ia telah membersamai al-Mizan sejak usia yang sangat muda, “Saya menjumpai ketika al-Mizan masih diusia antara tujuh atau delapan tahun", ungkapnya.
“Spirit qur’ani-lah yang mejadi pondasi kebersamaan al-Mizan, menjadikannya mampu merawat tradisi-tradisi baik seperti peringatan harlah kali ini, dan memberikan kebermanfaatan kepada banyak orang, khususnya anggota al-Mizan”, tambahnya menjelaskan.
Oleh karenanya, di peringatan dan tasyakuran harlah ke-21 ini ia berharap kepada seluruh warga al-Mizan untuk semakin dewasa, dalam arti menjaga dan merawat kebersamaan ini, baik antar divisi, antara anggota dengan pengurus, maupun pengurus dengan sesepuh, karena al-Mizan adalah satu kesatuan utuh.
“Silakan mendalami kedivisian masing-masing, tetapi jangan sampai melupakan kebersamaan bahwa semua adalah satu, al-Mizan, dan semoga al-Mizan semakin berkah dan bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun kepada orang lain”, ungkapnya.
Harlah ke-21 yang digelar (28/10) di Aula Utama Gedung Student Center Lt.1 ini dihadiri oleh sekitar 110 anggota dari lintas divisi dan lintas angkatan. Turut hadir pula demisioner ketua umum al-Mizan dari tahun 2013 hingga tahun 2018.
Acara dimulai pada pukul 18.30 WIB dengan Muqaddaman bersama, dilanjutkan dengan pembacaan maulid nabi, pembacaan tilawatil qur’an, sambutan ketua umum periode 2019, dan pembina al-Mizan yang diwakilkan oleh Anas Fahruddin, S.Pd. (Sesepuh al-Mizan), pemotongan tumpeng, penampilan dari divisi tafsir dan divisi shalawat, dan diakhiri dengan sesi foto dan makan bersama.
Pemotongan tumpeng sendiri merupakan simbolisasi dari ungkapan syukur UKM JQH al-Mizan kepada Allah SWT atas eksistensi al-Mizan yang telah berdiri sejak 28 Oktober 1998 sampai dengan 28 Oktober 2019 ini. Selain simbolisasi rasa syukur pemotongan tumpeng juga melambangkan ungkapan atau ajaran hidup mengenai kebersamaan dan kerukunan.
Kenduri Tumpeng adalah dua kata yang berasal dari bahasa jawa yaitu “kenduri” yang berarti upacara selamatan atau kenduren, dan “tumpeng” yang merupakan akronim dari “yen metu kudu mempeng” yang berarti “ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat”, jelas Syarifudin.
Ahfash Tontowi (Ketua Bidang Multimedia UKM JQH Al-Mizan)