”Resmi Dilantik, Pengurus Ukm JQH Al–Mizan Periode 2026/2027 Siap Mengemban Amanah Dan Mengembangkan Organisasi”

YOGYAKARTA - Pelantikan pengurus baru UKM JQH Al-Mizan menjadi sebuah momen penting yang menandai dimulainya kepengurusan baru dibawah kepemmpinan Ketua umum terpilih, Ahmad Iklil Muhaiyaddin. Acara ini juga menjadi ajang peralihan estafet kepemimpinan dari ketua Umum Demisioner, Muhammad Naufal Musyafa, kepada pengurus yang akan menjalankan sebuah roda kepengurusan dalam sebuah organisasi, mengemban amanah, dan membawa harapan yang dititipkan kepada generasi seterusnya. Momentum itulah yang terasa dalam proses pelantikan pengurus baru periode 2026/2027, sebuah langkah awal yang menandai dimulainya kepengurusan periode baru.

Bukan hanya sekadar pergantian jabatan, tetapi juga estafet amanah, yang membawa semangat, gagasan, dan tanggung jawab untuk melanjutkan perjalanan organisasi. Di balik proses yang berlangsung dengan khidmat, para pengurus resmi mengemban amanah untuk menjalankan roda organisasi sekaligus menjadikan UKM JQH AL-Mizan sebagai ruang belajar, berkarya, dan berkembang bersama.

Bagi Naufal, Demisioner Ketua Umum UKM JQH Al-Mizan, pelantikan tersebut meriupakan momen yang membanggakan. Setelah melalui berbagai proses persiapan, Naufal menyaksikan secara langsung bagaimana organisasi bertumbuh melalui berbagai dinamika. Beragam perasaaan datang silih berganti; mulai dari rasa kebahagiaan saat progran berjalan dengan baik, tantangan ketika menghadapi persoalan organisasi, hingga berbagai yang memberikan suatu pelajaran yang berharga. Baginya, masa-masa kepengurusan tersebut meninggalkan kesan yang sangat mendalam.

Kini estafet kepemimpinan telah berganti tangan. Bersamaan dengan itu, Naufal juga berharap setiap langkah organisasi tetap berlandaskan pada visi dan misi, bukan hanya sekedar rangkaian kalimat yang tertulis dalam dokumen organisasi, melainkan arah yang harus tetap dijaga dalam setiap kebijakan dan program yang dijalankan.

Iklil, selaku Ketua Umum UKM JQH Al-Mizan, juga merasakan berbagai emosi setelah resmi dilantik. Selain rasa syukur dan bahagia, ia juga menyimpan kekhawatiran atas tanggung jawab besar yang kini berada diatas pundaknya. Namun, baginya rasa takut tersebut bukanlah menjadi penghalang, melainkan sebuah dorongan untuk memberikan yang terbaik bagi organisasi.

”Rasa berat dan takut itu masih ada.Dalam artian,ketakutan dan kekhawatiran ini yang justru memotivasi kita untuk tetap semangat dalam memperjuangkan dan bertanggung jawab selama satu tahun kedepan,” ujarnya usai pelantikan.

Dalam kesempatan tersebut, iklil juga menyampaikan sejumlah pesan kepada seluruh pengurus baru. Ia mengajak seluruh anggota untuk berkomitmen menjalani setiap proses yang ada tanpa mudah menyerah. Satu tahun kepengurusan akan dipenuhi berbagai tantangan sekaligus

Pembelajaran yang akan membentuk karakter setiap pengurus. Ia juga berharap kepengurusan yang baru mampu menghadirkan berbagai inovasi yang dapat membawa organisasi menjadi lebih berkembang. Meski demikian, ia menegaskan bahwa UKM JQH Al-Mizan merupakan wadah untuk berkembang bersama, sehingga proses menjadi hal yang lebih penting daripada mengjar hasil akhir.

Iklil juga senantiasa mengingatkan kepada para pengurus untuk kembali meluruskan niat dalam menjalankan amanah sebuah organisasi. Baginya, setiap bentuk pengabdian di orgnisasi merupakan ikhtiar mencari rida Allah SWT. Sekaligus bekal berharga sebelum terjun dan mengabdi di tengah masyarakat. Besar harapan agar kepengurusan yang baru mampu menghadirkan berbagai perubahan positif serta menjadikan organisasi sebagai ruang bertumbuh bagi seluruh anggotanya.

Redaksi : Rahman Maulana Amrullah