UKM JQH al-Mizan Kembali Menggelar Festival Seni Qurani Nasional

Sebuah waktu berjalan pastilah akan kembali menemui waktu kapan ia pertam,a kali ada. ungkapan itulah yang mungkin dapat menggambarkan pola perjalanan waktu bagi sesuatu yang disebut makhluk. Ya, benar adanya, kelahiran menjadi tanda yang melekat pada diri yang diciptakan, dan bersifat fana. Kembalinya pertemuan dengan kapan waktu awal kelahiran, adalah hal yang patut disyukuri. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur tersebut kepada yang Maha Kholiq.

UKM JQH al-Mizan kembali menggelar rutinitas tahunan dalam rangka mensyukuri kelahiran organisasi tersebut. pada tahun 2017 bertepatan dengan hari jadi ke 19, kembali akan di gelar semarak miladiyah pada bulan Oktober mendatang bertajuk “Festival Seni Qurani Nasional”. Rencana menghadirkan para pelaku seni islami dikalangan Mahasiswa seluruh Nusantara menjadi hidangan hangat perayaan tahun ini.

Rangkaian acara yang dirangkai secara apik telah dipersiapkan oleh panitia dalam 2 bulan ini. Penggodogan konsep, hingga komplikasi pada teknis satu per satu disusun secara rapi. Tak pelak hampir di setiap pekan seluruh panitia melakukan kordinasi agar ide gagasan di masing-masing individu dapat terelaborasi secara baik, yang di munculkan dalam bentuk konsep kegiatan.

Sedikit memberikan informasi, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir Al-Mizan sudah mengkoleksi gelaran semarak miladiyah dalam berbagai wajah. Di tahun 2012 bertajuk Babad Kalijaga, di lanjutkan dengan Festival Seni Qurani Nasional pertama tahun 2013. Kemudian semarak miladiyah ke XVI bernama Adikarya Qur'ani, dan semarak miladiyah XVII tahun 2015 mengangkat tema “ Lentera Peradaban”, terakhir semarak miladiyah ke XVIII adalah “Kemilau Ilahiyah”.

Gelora semangat yang luar biasa dibalut dengan optimisme tinggi terpancar di generasi al-Mizan, kolaborasi apik antara pengurus al-Mizan 2016/2017 dengan anggota tergabung menjadi satu dalam susunan kepanitiaan kembali menggelar “Festival Seni Qurani Nasional”. Langkah yang sangat baik, mengingat momen kompetisi antar mahasiswa dalam bidang seni Islami perlu diadakan. Event tersebut dapat menjadi media bersilaturahmi antar organisasi, antar pelaku organisasi, dan bahkan antar individu yang nantinya dapat di mafaatkan sebagai proses saling bertukar ilmu.

Dalam kalender yang dijadwalkan panitia, rangkaian acara Festival Seni Qurani Nasional 2017, akan dilangsungkan pada 25 – 28 Oktober 2017 di kampus setempat. (MNZ)