"Upgrading UKM JQH Al-Mizan 2026: Membangun Kepengurusan yang Berkualitas dan Berkarakter"
Dokumentsi Upgrading
YOGYAKARTA – UKM JQH Al-Mizan menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pengurus sebagai langkah awal dalam mempersiapkan kepengurusan baru agar mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus periode 2026/2027 dan diisi dengan berbagai materi yang berfokus pada pengembangan diri, kepemimpinan, serta penyusunan program kerja organisasi.
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan seluruh pengurus untuk membangun keakraban dan mempererat hubungan antar pengurus. Suasana yang hangat sejak awal diharapkan dapat menjadi fondasi terciptanya kerja sama yang solid selama satu periode kepengurusan.
Memasuki sesi materi pertama yang disampaikan oleh Mas Lutfi, anggota angkatan 2018, peserta diajak mengenali diri sendiri melalui berbagai kegiatan ice breaking dan diskusi interaktif. Materi ini menekankan pentingnya memahami potensi, kemampuan, serta karakter diri sebagai bekal utama dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pengurus organisasi. Melalui sejumlah studi kasus dan pertanyaan yang berkaitan dengan dinamika organisasi, peserta dilatih untuk berpikir kritis dalam menghadapi berbagai persoalan. Diskusi tersebut juga mendorong peserta agar mampu mengambil keputusan secara bijaksana serta memahami bahwa menjadi seorang pengurus bukan sekadar memperoleh jabatan, melainkan menerima amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Dalam pemaparannya, pemateri juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu dihindari oleh seorang pengurus, seperti memiliki niat yang keliru, bergabung karena terpaksa, hanya mengejar kekuasaan, memiliki fixed mindset, serta tidak memiliki keinginan untuk terus belajar. Sebaliknya, seorang pengurus dituntut memiliki semangat belajar, terbuka terhadap masukan, serta mampu memahami realitas organisasi sebagai proses pembelajaran yang akan membentuk karakter kepemimpinan. Peserta juga diajak memahami bahwa organisasi merupakan tempat untuk bertumbuh. Menjadi pengurus memang tidak selalu mudah, namun setiap tantangan yang dihadapi akan menjadi pengalaman berharga apabila dijalani dengan kemauan untuk terus belajar dan berkembang. Keaktifan dalam organisasi dinilai mampu meningkatkan kemampuan leadership, memperluas jaringan (networking), melatih critical thinking, hingga mengasah kemampuan problem solving yang bermanfaat dalam kehidupan akademik maupun dunia kerja.
Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh materi mengenai penyusunan program kerja. Pada sesi ini materi disampaikan oleh bang toha, anggota angkatan 2011. Pemateri menjelaskan bahwa program kerja merupakan rencana kegiatan yang disusun berdasarkan tujuan, kebutuhan, serta indikator keberhasilan untuk mencapai target organisasi dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu, setiap program harus dirancang secara sistematis agar mampu menjawab kebutuhan organisasi sekaligus mendukung pencapaian visi dan misi organisasi.
Penyusunan program kerja memiliki beberapa tujuan penting, di antaranya membantu mewujudkan visi dan misi organisasi, menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi organisasi, serta mengoptimalkan pelaksanaan fungsi organisasi agar berjalan lebih efektif dan terarah. Dalam proses penyusunannya, pengurus juga diingatkan untuk memahami visi dan misi organisasi, AD/ART, serta berbagai pedoman utama dalam merancang maupun melaksanakan setiap program. Keberhasilan sebuah program kerja, tidak hanya ditentukan oleh kualitas perencanaan, tetapi juga oleh kekompakan seluruh tim. Oleh sebab itu, setiap pengurus didorong untuk membangun komunikasi yang baik, saling percaya, memahami peran masing-masing, serta memiliki tujuan yang sama dalam menjalankan setiap program organisasi. Pemateri juga menjelaskan bahwa sangat penting evaluasi dalam pelaksanaan program kerja. Evaluasi dilakukan setelah suatu kegiatan selesai dilaksanakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program sekaligus menjadi dasar dalam menyusun strategi organisasi pada kegiatan berikutnya. Melalui evaluasi, organisasi dapat mempertahankan hal-hal yang sudah berjalan dengan baik sekaligus memperbaiki kekurangan yang masih ditemukan.
Selain membahas aspek internal organisasi, peserta juga diajak merefleksikan berbagai tantangan yang dihadapi pengurus di era saat ini, seperti membagi waktu antara organisasi dengan aktivitas akademik, menjaga regenerasi kepengurusan, hingga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan revolusi digital. Tantangan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pengurus untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas diri.
Melalui kegiatan Upgrading Pengurus 2026, UKM JQH Al-Mizan berharap seluruh pengurus memiliki pemahaman yang sama mengenai arah organisasi, mampu menyusun dan menjalankan program kerja secara efektif, serta membangun budaya organisasi yang kolaboratif dan berorientasi pada kemajuan bersama. Dengan bekal tersebut, para pengurus diharapkan mampu menjalankan amanah secara profesional, berintegritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan UKM JQH Al-Mizan di masa mendatang.
Redaksi : Rahman Maulana Amrullah