Anggota Divisi Tahfizh dan Kaligrafi berhasil Menyabet Juara dalam Dua Ajang yang Berbeda

Anggota Divisi Tahfizh dan Kaligrafi berhasil Menyabet Juara dalam Dua Ajang yang Berbeda
Anggota UKM JQH al-Mizan kembali borong juara pada ajang lomba Musabaqah Khattil Qur’an yang diadakan oleh JQH Al-Wustha dan juga pada ajang AJAK-Qu IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Terdapat dua anggota UKM JQH al-Mizan yang berhasil menjuarai ajang Musabaqah Khattil Qur’an oleh UKM JQH al-Wustha yaitu Muhammad Bahrul Shidiq yang berhasil memperoleh juara 1 dan Aeni Putri Amelia yang berhasil memperoleh juara 2. Keduanya merupakan anggota dari Divisi Kaligrafi 2019. Sedangkan pada ajang AJAK-Qu IAIN Syekh Nurjati Cirebon, anggota UKM JQH al-Mizan berhasil memperoleh juara 1 yang dimenangkan oleh saudari Nurfaizah Jamaluddin, anggota Divisi Tahfizh 2020.
Lomba yang diadakan oleh UKM JQH al-Wustha bertujuan memperingati Miladiyah ke-IX JQH Al-Wustha dari UIN Raden Masaid Solo. Lomba tersebut dilaksanakan secara online tingkat Jateng-DIY pada tanggal 14 Juli-29 Agustus 2021. Mekanisme dari lomba tersebut, peserta harus mengumpulkan hasil karyanya yang di posting lewat IG masing-masing peserta. Dalam pengumpulan karya, peserta harus mendokumentasikan proses pembuatan karya sebagai barang bukti bahwa karya tersebut asli buatan sendiri.
Banyak hal baru serta pengalaman baru yang di dapat dari lomba tersebut. Menurut Bahrul dan Putri dengan ikut lomba, dapat membuat lebih semangat dalam latihan serta lebih mengimproved diri dalam berkarya. Karena keahlian yang terlihat luar biasa bukan hanya terbentuk dari sebuah kemampuan, tetapi melalui usaha dan ketekunan. Berusahalah untuk mengejar, bukan hanya sekedar menunggu dan mengharapkan. Karena impian akan terwujud lewat sebuah petualangan “Ujar mereka”.
Dalam ajang AJAK-Qu IAIN Syekh Nurjati Cirebon, anggota Divisi Tahfizh 2020 yaitu Nurfaizah Jamaluddin berhasil meraih juara 1 MHQ 30 Juz setelah sebelumnya pada ajang IPPBMM di UIN Sunan Kalijaga juga berhasil meraih juara 1 MHQ 30 Juz (Putri). Persiapan yang dilakukan oleh Nurfaizah bisa dibilang kurang dikarenakan ia mendapat info mengenai lomba H-7 sebelum mulainya perlombaan. Namun, ia tetap semangat mengikutinya dan berlatih meskipun dalam waktu yang terbatas. Rasa grogi tentu ia rasakan mengingat membawa nama besar UKM JQH al-Mizan.
Kondisi pandemi membuat lomba tesebut dilaksanakan secara virtual, sehingga tentu terdapat kendala yang terjadi yaitu belang tidak bisa terdengar sehingga sistem tegurannya tidak begitu beraturan. Kesan yang Nurfaizah dapatkan yaitu begitu banyak mendapatkan pelajaran dan pengalaman dengan melihat kualitas peserta lainnya dalam melantunkan al-Qur’an, disamping itu, Nurfaizah bisa belajar melihat ketenangan mereka saat tampil. Pesan dari Nurfaizah yang sangat berharga ialah berlomba lah untuk murojaah, jangan murojaah untuk lomba.
Redaktur: Nur Hudayatus Sholihah dan Ririn Ismawati