Anggota Divisi Tafsir 2020, Sabet Kejuaraan Musabaqah Qiroatul Kutub Tingkat Nasional

Anggota Divisi Tafsir 2020, Sabet Kejuaraan Musabaqah Qiroatul Kutub Tingkat Nasional

Ahmad Ismail, anggota baru divisi Tafsir UKM JQH al-Mizan berhasil menyabet Juara 1 Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) tingkat Nasional. Perlombaan ini diselenggarakan oleh HMPS IAT dalam rangkaian kegiatan Pekan Raya IAT UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lomba yang dijuarai oleh Ismail berlangsung dari tanggal 10-11 November 2020 dengan 28 total peserta. Kemenangan ini merupakan hasil kegigihan Ismail semenjak duduk di bangku pesantren. Sempat menjuarai perlombaan MQK di bangku pesantren membuat Pemuda asal Wonosobo, Jawa Tengah yakin untuk mengembangkan minatnya. Berawal dari postingan info lomba dari official Account UIN Sunan Kalijaga (read: @uinsk) membuka jalan Ismail menuju pada sebuah kemenangan.

Sistem perlombaan berlangsung secara virtual. Pada perlombaan tersebut panitia telah mempersiapkan 28 Maqra’ yang telah ditampilkan di Zoom Screen. Jalannya perlombaan terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama perseta diperkenankan untuk memilih nomor pembagian maqra’. Maqra’ yang dibaca dimulai dari batas surah Al Fatihah-Al Baqarah dalam kitab Tafsir Munir Karya Syekh Wahbah Zuhaili. Selanjutnya pada tahap kedua, masing-masing peserta dipersilahkan membacakan maqra’ yanga telah dipilih sesuai nomor urut beserta murodnya (read: maksud). Setelah membacakan maqra’ yang telah dipilih peserta diperkenankan menjawab pertanyaan dewan juri mengenai penjelasan maqra’ dan tata kaidah Nahwu Shorof. Tuturnya.

Selama mengikuti perlombaan yang diikuti tidak membuat salah satu mahasiswa UIN Sunan Kalijaga lengah. Terdapat beberapa persiapan yang dilakukan. Persiapan pertama dan yang paling utama yaitu praktik/ terus berlatih membaca kitab yang diujkan agar tidak kaget. Selain berlatih membaca kitab, persiapan selanjutnya yaitu mempelajari materi-materi Nahwu Sharaf yang telah dipelajari. Dari keutunan persiapan yang dilakukan, membuat Ismail mampu memperoleh peringkat pertama MQK tingkat Nasional dengan menyisihkan 27 peserta.

“Kesan saya di samping saya merasa bahagia karena bisa mendapat juara 1, saya juga merasa senang karena bisa mendapatkan ilmu baru dari dewan juri dan teman-teman peserta. Dan tentunya ini menjadi pengalaman baru yang berharga dalam hidup saya. Pesan: jangan pernah merasa puas akan sesuatu yang sudah kita raih, terus belajar, belajar, dan belajar.“ Ucapnya Ismail.

Redaktur: Nurotun Wahidah