Anggota Divisi Tahfidz UKM JQH al-Mizan Kembali Meraih Juara Lomba MHQ 30 Juz Pada Ajang IPPBMM 2021 se- Jawa Madura di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Anggota Divisi Tahfidz UKM JQH al-Mizan Kembali Meraih Juara Lomba MHQ 30 Juz Pada Ajang IPPBMM 2021 se- Jawa Madura di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

UKM JQH al-Mizan telah meraih prestasi pada ajang lomba IPPBMM ke VIII tahun 2021. Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa atau disingkat dengan IPPBMM PTKIN Se-Jawa-Madura merupakan ajang penyelenggaraan kompetisi keilmuan, olahraga, seni dan riset bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Dan pada tahun ini UIN SUNAN KALIJAGA menjadi tuan rumah agenda tersebut, yang diselenggarakan pada tanggal 21-25 Juni 2021. Acara yang diikuti oleh 18 kontingen ini bertemakan “Mengasah Talenta, Mengukir Prestasi, Memajukan Bangsa, Menjaga NKRI”. Pelaksanaan IPPBMM pada tahun ini dilaksanakan secara Daring dan luring dikarenakan adanya pandemi yang melanda negeri ini.

Pada IPPBMM kali ini, anggota al-Mizan meraih prestasi pada beberapa cabang lomba salah satunya yaitu cabang lomba MHQ (Musabaqah Hifdzil Qur’an) kategori 30 juz. Anggota al-Mizan meraih 2 prestasi sekaligus pada cabang lomba tersebut, pada kategori 30 juz putra mendapatkan juara 2 yang diraih oleh Amirul Haqi dari prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dan kategori 30 juz putri mendapatkan juara 1 yang diraih oleh Nurfaizah Jamaluddin dari prodi Bahasa dan Sastra Arab, dan keduanya sama-sama berasal dari anggota tahfidz.

Untuk memantapkan persiapan mereka sebelum lomba, para delegasi MHQ mengasah hafalannya dengan mengikuti pembinaan bersama ust. Robert Nasrullah. Pembina memberikan soal dan mereka yang menjawabnya. Selain itu selama persiapan lomba banyak hal yang mereka alami dan rasakan, dari rasa grogi sampai rasa khawatir, tetapi yang terpenting menurut mereka adalah saling mendukung dan saling menguatkan sesama delegasi dan Alhamdulillah mereka bisa melewati tantangan itu dan bersama-sama meraih prestasi.

Yang gak kalah penting ketika mengikuti lomba MHQ itu harus mengontrol hati, karena hati bisa berubah seketika, sehingga niat juga bisa berubah kapan saja dan hafalan hancur begitu saja walaupun dirasa persiapannya sudah sangat matang. Karena menurut mereka lomba MHQ itu berbeda dari lomba-lomba yang lain, dimana yang sangat berperan di dalamnya adalah kecerdasan, beda halnya dengan lomba MHQ yaitu hati. “kalau hatinya tulus, InsyaAllah bisa tampil dengan tenang tanpa beban.” ujar mereka

Terakhir, pesan dari para sang juara adalah

“Jika tidak sanggup mengandalkan kemampuan, maka andalkanlah kesungguhan”

–Nurfaizah-

“tidak ada orang yang tidak punya bakat, dan ketika kamu sudah menemukannya maka tekunilah” –Amirul-