Merawat Ruh Sholawat Di Safari Maulid : Divisi Sholawat
“jika kamu ingin membuat hadroh tetap hidup dan kuat dalam sholawat, maka buatlah hadroh menjadi bagian dari majelis. Jangan hanya mengadakan hadroh jika ada undangan saja, karena itu akan bubar setelahnya. Namun, jika kamu membuatnya menjadi bagian dari majelis, maka hadroh pun akan tetap berkelanjutan (hidup) setiap harinya”. Petuah dari salah satu sesepuh Divisi Sholawat itu seolah menjadi nafas dari perjalanan Safari Maulid kali ini, lembut dan menggugah. Kata-katanya bukan sekadar nasihat, melainkan panggilan yang menuntun hati untuk terus hidup dalam lantunan pujian kepada baginda Rasulullah ﷺ.
Safari Maulid ialah salah satu program kerja dari divisi sholawat yang memang sudah sangat melekat di divisi sholawat itu sendiri. Safari maulid ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan perjalanan ruhani yang diadakan tiga kali dalam satu periode kepengurusan. Diadakannya safari maulid ini untuk membuat dan menggugah semangat para mizanuna sholawat angkatan 2025 untuk mengikuti acara-acara sholawat selanjutnya. Yang dimana dalam divisi sholawat diajarkan untuk sikap cinta kepada baginda Rasululloh ﷺ dan terus menyalurkan nilai-nilai ajaran agama islam didalamnya.
Sebuah pembuka di awal bulan November. Tepat pada hari sabtu tanggal 1, Safari maulid kali ini diselenggarakan di kediaman salah satu sesepuh divisi sholawat, lokasi di Raudhotus Sholawat Tegalrejo, Yogyakarta. Suasana yang hangat di komplek perumahan dan penuh keberkahan terasa sejak langkah pertama menapaki halaman rumah beliau.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dari pengurus, dilanjutkan dengan sambutan dari koordinator divisi sholawat dan salah satu perwakilan dari pengurus harian. kemudian, gema syair suci simtudduror menggema dibacakan dengan penuh rasa khidmat dan irama dari vocalis anggota divisi sholawat dengan diiringi tim hadroh yang kompak. Dalam setiap baitnya terselip kerinduan yang tak pernah usai kepada Nabi Muhammad ﷺ. Lalu, suasana berubah semakin syahdu saat membaca Ratib alhaddad yang menuntun sekitar 50 mizanuna sholawat yang hadir pada ketenangan dan kekhusyuan. Tepat waktu dzuhur, seremonial pembacaan sholawat selesai dan dilanjut dengan sholat dhuhur berjama’ah.
Sebelum memasuki acara selanjutnya, dengan mengisi waktu yang ada, dari anggota divisi sholawat dan para sesepuh berinsiatif melantunkan kembali sholawat pujian kepada sang baginda Rasululloh ﷺ dengan penuh semangat dan ramai diikuti serentak oleh mizanuna sholawat, ditambah cuaca yang turun hujan di majelis safari maulid ini membawa rasa ke khidmatan dan syahdu. Suasana ini benar-benar mencerminkan sikap cinta kepada sang baginda Rasululloh ﷺ yang mendalam dari mizanuna sholawat. Mereka tidak hanya memainkan alat musik hadroh dan melantunkan sholawat dengan lihai sebagai rutinitas, tetapi sebagai ungkapan rasa cinta pengabdian kepada Rasululloh ﷺ.
Kemudian, memasuki acara yang ditunggu-tunggu, yakni sharing session dari sesepuh divisi sholawat. beliau, mas Abdul Malik. Dari sepanjang cerita, beliau memberikan point penting untuk mizanuna sholawat, “yang pertama, point utama kalian di al Mizan itu bisa merasa, bukan merasa bisa” ungkapnya. Dan di akhir, beliau juga memberikan pesan singkat yaitu “jangan merasa ingin hidup/mencari kehidupan di al Mizan, tetapi dari diri kita lah yang menghidupi al Mizan dengan potensi yang kita punya” tambahnya, Abdul Malik 2025. Selanjutnya, Sharing session kedua dari DPO divisi sholawat periode kali ini, mas Ramadya Abimayu T.P yang membagikan pengalaman beliau selama di almizan dengan konsistensinya mengabdi di al Mizan, dari masa anggota sampai sekarang. Semua mizanuna yang mendengarkan dan menyimak penuh gelak tawa dari pembawaan beliau yang menarik perhatian. Sharing session yang santai ini, dengan sambil menikmati hidangan soto yang telah disediakan oleh pengurus divisi sholawat membuat kesan acara yang nyaman dan penuh kebersamaaan.
Sebagaimana tradisi penuh makna, acara diakhiri dengan foto bersama. Bukan hanya sebagai dokumentasi tetapi sebagai simbol bahwa cinta kepada Rasul telah menyatukan hati mizanuna sholawat dalam satu irama, di safari maulid pertama.
-safari maulid berikutnya, mari kita tunggu dengan hati yang penuh harap dan cinta-
Oleh : Suci Wulandari