Bulan Suci Ramadhan Di Tengah Wabah Virus Corona
Bulan Suci Ramadhan Di Tengah Wabah Virus Corona
Oleh: Bella Yunitasari
Ramadhan tahun ini, tepatnya pada tahun 1441 H/ 2020 M sepertinya akan sangat berbeda dengan ramadhan - ramadhan sebelumnya, karena adanya wabah virus corona atau disebut dengan covid 19. Hal ini membuat banyak masyarakat resah. Eits, bukan hanya di Indonesia namun di seluruh dunia.
Wabah Covid 19 ini sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, bahkan yang sangat penting lagi yaitu kesehatan masyarakat, bukan hanya masyarakat menengah kebawah saja, namun masyarakat menengah keatas pun juga turut merasakan dampaknya. Saya pribadi sebagai anak rantau juga sangat merasakan dampak dari wabah tersebut.
Pertama, dari segi ekonomi, apakah hanya saya saja yang merasakan apa – apa jadi tambah mahal?. Semisal, pesan makanan pakai aplikasi Grab, yang biasanya harga mie Gacoan 11k sekarang menjadi 14k, auto tidak jadi beli dong. Banyak juga karyawan – karyawan juga kena PHK karena wabah covid 19 ini. Jika hal ini terjadi terus menerus maka akan berdampak buruk pada perekonomian suatu negara, yang mengakibatkan banyaknya pengangguran. Saya sempat tidak bisa berfikir panjang sebelumnya, kenapa demikian?. Bagaimana tidak bingung, kedua orang tua saya bekerja di tempat wisata di salah satu pantai yang ada di Tulungagung, Jawa Timur. Adanya wabah ini orang tua saya jadi harus menutup kedainya untuk sementara waktu, padahal penghasilannya dari situ saja dan tiap satu minggu sekali harus mengirimkan uang saku kepada saya, sedih rasanya dengan keadaan saat ini.
Kedua, dari segi pendidikan, kuliah di ganti dengan sistem online, bagi teman – teman yang asli Jogja, itu tidak menjadi masalah, setidaknya masih ada yang diajak komunikasi di rumah, berbeda dengan teman – teman yang tinggal di kos, asrama, kontrakan dll. Harus apa – apa sendiri seperti saya ini misalnya, tinggal di asrama dan qodarullah teman – teman asrama rumahnya masih di sekitaran Jogja, jadi mau pulang kapan saja tetap bisa. Di asrama juga tidak ada kegiatan, jadi Seusai mengerjakan tugas dari kuliah online, sisanya hanyalah menggabut, mager – mageran. Sempat berfikir untuk pulang kampung, akan tetapi mengingat kembali di kampung pun akan sangat susah mengerjakan tugas dari kuliah online karena susahnya sinyal di sana. Harap maklum rumah saya bisa dibilang pelosok, hehe. Oh iya, membahas tentang tugas yang sangat tidak wajar bagi mahasiswa, apalagi presentasi dengan menggunakan aplikasi Zoom menurut saya sangatlah boros kuota.
Ketiga, dari segi kesehatan dampak dari covid 19 ini sangat banyak merugikan masyarakat, karena diterapkannya sistem lockdown. Bagi pengusaha menengah ke atas tidak terlalu jadi pikiran, masih ada yang di toleh dibelakang, berbeda halnya dengan para pengusaha menengah kebawah. Jika mereka mendapatkan gaji perhari, apa yang akan mereka makan ketika lockdown seperti ini?. Nah disinilah titik yang menurut saya sangat menakutkan, ya semoga saja tidak akan terjadi. Karena jika sudah terjadi krisis kesehatan maka akan berdampak fatal terhadap Krisis Ekonomi dan Krisis Sosial yang sangat sulit, bahkan buruknya lagi tidak dapat di kontrol. Apa yang akan terjadi jika masyarakat kehabisan bahan pangan dan kehabisan uang? Dengan terpaksa, pasti akan berusaha mendapatkan makanan entah itu dari mana saja, dan tidak memikirkan halal ataupun haram lagi. Apalagi mendekati bulan puasa, semakin banyak kebutuhan yang harus terpenuhi. Semisal pakaian baru, suguhan lebaran, angpau, dll sangat membuat kepala pusing akan hal ini.
Menurut saya, salah satu cara untuk menghindari krisis sosial, krisis ekonomi dan krisis kesehatan adalah:
- Nyawa (kesehatan) lebih penting dari pada pertumbuhan ekonomi sekalipun
- Seperti halnya negara - negara lain, semisal Malaysia lockdown harus secara keseluruhan/ totalitas
- Negara Indonesia harus turut hadir dan memberikan bantuan kepada masyarakat
- Ketika sudah terjadi krisis kesehatan maka akan berdampak fatal terhadap krisis ekonomi dan krisis Sosial. Karena itu sangat ber kesinambungan. Apabila hal itu sudah terjadi, maka akan sangat sulit bahkan buruknya lagi tidak dapat di kontrol.
Satu hal yang perlu di garis bawahi yaitu, Allah tidak pernah membuat perkara yang sia – sia, segala sesuatu pasti ada manfaatnya. Memang sulit di fahami, tapi cepat atau lambat pasti kita faham apa makna dari musibah ini.
وَعَسَىٰأَنتُحِبُّواشَيْئًاوَهُوَشَرٌّلَّكُمْۗوَاللَّـهُيَعْلَمُوَأَنتُمْلَاتَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS.AlBaqarah:216).
Yang terpenting saat ini ialah, mari kita sama - sama meningkatkan ibadah, sholat wajib jangan sampai bolong, kalau bisa di tambah dengan sholat rawatib, tahajud, dhuha, dzikir, sedekah dan sebagainya supaya kita senantiasa tetap mengingat Allah SWT. Apalagi bulan suci Ramadhan sudah sangat dekat, ini kesempatan kita semua untuk memperbaiki kekurangan kita dalam segi ibadah, tingkah laku dari tahun kemarin yang bisa dibilang kurang baik, mari berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi di bulan ini, bulan yang terkenal dengan beribu ampunan bagi mereka yang meminta ampun kepada-Nya.