Biografi Sayyid Qutub (Ilmuan yang Dihukumi Mati)

Al-Qurra'/edisi 20

Biografi Sayyid Qutub (Ilmuan yang Dihukumi Mati)

Oleh:Ahmad Ghufron Baharudin (Anggota Div. Tafsir '19)

Sayyid Quthub memiliki nama lengkap Sayyid Qutb Ibrahim Husain Syadzili. Ia adalah seorang ilmuwan, sastrawan, novelis, pemikir Islam, aktivis Islam, dan ahli tafsir dari Mesir. Beliau lahir pada tanggal 9 Oktober 1906 di daerah Asyut, Mesir. Ayahnya bernama Al – Hajj Quthub Ibrahim, merupakan anggota Al – Hizb al – Wathoni (Partai Nasional).

Pada umur belum genap 10 tahun, Quthub sudah hafal Al – Qur’an. Pendidikan formalnya dimulai pada tahun 1918, Quthub berhasil menamatkan pendidikan dasarnya. Pada tahun 1921, beliau berangkat ke Kairo untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah. Pada tahun 1925 M Quthub masuk ke Institut Diklat Keguruan, dan lulus tiga tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1928.[1] Di tahun 1930, beliau melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi Tajhiziyah Daar Ulum (sekarang Universitas Kairo) dan lulus pada tahun 1933 dengan gelar sarjana ( Lc ) dan sarjana muda dalam bidang pendidikan.

Selanjutnya, Quthub ditunjuk menjadi dosen di Daar Ulum, dan juga bekerja di Kementrian Pendidikan sebagai pengawas pendidikan. Setelah itu beliau dikirim ke Amerika Serikat untuk mempelajari metode pendidikan barat. Selama berada di Amerika Serikat, Quthb menuntut ilmu di tiga perguruan tinggi yaitu Wilson’s Theacher’s College (Universitas Wasingthon) yang berada di Columbia, Universitas Nothern Colorado, dan Universitas Stanford dengan memperoleh gelar M.A. dalam bidang pendidikan.[2] Tidak hanya di Amerika, beliau juga berkelana mengelilingi negara yang ada di Eropa seperti Italia, Inggris, dan Swiss.

Setelah pulang ke Mesir antara tahun 1951-1965, Quthub mulai terjun ke kancah percaturan politik praktis yang ditandai dengan bergabungnya ke dalam gerakan yang disebut “Ikhwan al-Muslimin” yang dipimpin oleh Hasan al-Banna’, dan Quthub sendiri adalah salah seorang ujung tombak yang paling diperhitungkan di antara para pemikir gerakan tersebut.[3] Sayyid Qutub dijatuhi hukuman mati pada 29 Agustus 1966 sebab kritikannya yang keras kepada Presiden Mesir Kolonel Gamal Abdul Nasser mengenai perjanjian yang disepakati antara pemerintah Mesir dengan Negara Inggris. Sebelum Quthb menghadapi eksekusi dengan gagah berani, ia sempat menulis mengenai pertanyaan dan pembelaannya. Kini hasil tulisannya itu menjadi sebuah buku yang berjudul “mengapa saya dihukum mati?”, sebuah pertanyaan yang tidak pernah terjawab oleh pemerintahan Mesir kala itu.[4]

Selama masa hidupnya Sayyid Quthub mempunyai banyak karya. Adapun karya-karyanya adalah: Muhimmat al-Syair fi al-hayah (yang di tulis pada tahun 1932), Al-tashwial-fanni fi Al-Qur’an, (Keindahan Al-Qur‟an yang di tulis pada tahun 1945), Masyahid al-qiyamah fi Al-Qur’an, (Hari Kebangkitan dalam Al-Qur’an), Al-naqdu al-adabi ashuluhu wa manahijuhu, (Kritik Sastra, Prinsip Dasar, dan Metode-Metode), Naqdu kitabi mustaqbali al-tsaqafah fi mishra, Thiflun min qaryah (1945), .Al- athyafu al-arba’ah ,Asywak, Al-madinah al-masyhurah, Al-qashashu al-dini, Aljadid fi al-lughah al-‘arabiyyah, Al-jadid fi al-makhfuzat, Al‘adalah al-ijtima’iyyah fi al-Islam, (Keadilan Sosial Dalam Islam, 1949), Ma’rakatu al-islam wa ra’sumaliyyah,(Perbenturan Islam dan Kapitalisme, 1061), Al-salamu alalamil wa al-islam, (Perdamaian Internasional Dalam Islam, 1951), Nahwa al-mujtama’in al-Islami, (Perwujudan Masyarakat Islam, 1952), Fi-Zhilail Qur’an: Di Bawah Naungan Al-Qur’an (1952-1964), Khashaish al-tashwir al Islam, Al-Islam wa musykiltuhu al-hadlarah, Islam dan Problema-problema Kebudayaan, 1960, Al-Dirasat alIslamiyyah, Hadzaal-din, (inilah Agama,1955), Al-musytaqbal Lihdza al-din, (Masa Depan Berada di Tangan Agama), Ma’alim fi al-thariq, (Petunjuk Jalan), inilah karya terahir yang di tulis oleh sayyid Quthb (1965).[5]


[1] Pojok, “ Toleransi Antar Umat Beragama Menurut Al-Qur’an (Studi Tafsir fi-Zhilalil Qur’an : karya Sayyid Quthb) “ ( Banten : UIN Sultan Muhammad Hasanudin, 2018 ), hlm 20

[2] Pojok, “ Toleransi Antar Umat Beragama Menurut Al-Qur’an (Studi Tafsir fi-Zhilalil Qur’an : karya Sayyid Quthb) “ ( Banten : UIN Sultan Muhammad Hasanudin, 2018 ), hlm 21

[3] Muhsin Mahfudz, Tafsir Fi Zhilal Al-Qur’an : Tafsir Gerakan Sayyid Quthub, Tafsere Volume 1 Nomor 1 Tahun 2013, hlm 120

[4] Pojok, “ Toleransi Antar Umat Beragama Menurut Al-Qur’an (Studi Tafsir fi-Zhilalil Qur’an : karya Sayyid Quthb) “ ( Banten : UIN Sultan Muhammad Hasanudin, 2018 ), hlm 24

[5] Ibid, hlm 25 - 26

Editor: Maryani