Media Sosial Sebagai Sarana Solidaritas Kemanusiaan Pandemi Covid-19 Di Indonesia

Media Sosial Sebagai Sarana Solidaritas Kemanusiaan Pandemi Covid-19 Di Indonesia

Oleh: Muhammad Maghfurrohman

Tanggal 11 Maret 2020 merupakan waktu yang ditetapkan oleh World Organization of Healty (WHO) sebagai peristiwa penyebaran wabah penyakit Covid-19 yang dikategorikan sebagai pandemi. Pandemi merupakan epidemi penyakit yang menyebar di wilayah yang luas. Hal inilah yang dalam beberapa waktu terakhir terjadi di Indonesia, sekitar satu bulan lebih terhitung sejak kasus pertama yang diberitakan oleh pemerintah.

Pemerintah Indonesia memberitakan kasus positif pertama kali terjadi di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 yang selanjutnya ditetapkan pula sebagai bencana berskala nasional pada tanggal 14 Maret 2020. Tercatat peristiwa tersebut hingga hari ini pada tanggal 24 April 2020 terhitung jumlah kasus positif di Indonesia sejumlah 8.211 orang dan tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah. Namun Indonesia dalam menghadapi pandemi ini tidak sendirian. Bersama negara lain yang juga terkena dampak epidemi ini, berusaha melaksanakan kewajiban negaranya yang harus meindungi setiap warga negaranya yakni melakukan tindakan kuratif dengan mengerahkan tenaga medis sebagai garda terdepan bagi yang sudah dipastikan terjangkit dan melakukan tindakan preventif dengan mengerahkan polisi, TNI, jajaran pemerintah dari pusat sampai daerah bagi warga yang belum terjangkit. Terkait dengan tindakan tersebut diantaranya adalah menganjurkan para warganya untuk melakukan aktifitas di rumah, menghindari kerumunan, memakai masker jika bepergian dan selalu mencuci tangan minimal selama 20 detik.

Diantara tindakan yang yang selalu pemerintah gaungkan dalam situasi ini adalah gerakan untuk “di rumah saja”. Gerakan dirumah saja ini merupakan gerakan yang dibuat pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini yang begitu cepat dalam melakukan penyebarannya. Mulai dari bekerja dirumah bagi para kepala keluarga, belajar di rumah untuk anak sekolah, dan sebisa mungkin untuk tidak meninggalkan rumah kecuali dalam keadaan terdesak.

Berkaca dari gerakan tersebut, efek yang paling dirasakan adalah penggunaan internet dan media sosial. Dengan fasilitas inilah yang mempunyai kepentingan dapat melakukan aktifitas kesehariannya, namun kali ini dilakukan di rumah. Dilansir dari Tech Crunch lembaga riset kantar merilis hasil riset dari tanggal 14 hingga 24 Maret terjadi peningkatan penggunaan media sosial sebesar 40%. Padahal sebelum terjadi pandemi ini pun masyarakat Indonesia merupakan pengguna media sosial terbesar ke tiga di dunia, seperti yang dilansir juga oleh We Are Social dan Hootsuite pada tahun 2018. Pengguna aktif facebook Indonesia saja tercatat menguasai dua pertiga pasar dengan jumlah pengguna lebih dari 2,17 miliar. Pada tahun tersebut, Indonesia tercatat sebagai penyumbang jumlah pengguna facebook terbesar urutan ke-empat secara global. Hingga Januari 2018, jumlah pengguna facebook dari Indonesia mencapai 130 juta pengguna dengan presentase enam persen. (kompas, 2 Maret 2018).

Pentingnya Tindakan Kolektif Pada Masyarakat Jaringan

Berdasarkan data yang telah dipaparkan di atas, bukan menjadi sebuah hal yang mustahil ketika media sosial menjadi salah satu solusi yang digunakan sebagai tempat untuk berkomunikasi digital. Maksud komunikasi digital disini adalah hubungan komunikasi yang dilakukan oleh sebagian orang di jaringan digital guna melakukan partisipasi dalam permasalahan sosial. Jika dikaitkan dengan peristiwa Covid-19 ini, masyarakat sadar akan pentingnya membangun solidaritas di masa yang sulit ini untuk membantu siapa saja yang terdampak dari adanya peristiwa pandemi ini. Mulai dari para dokter dan tenaga medis lainnya yang senantiasa menjadi garda terdepan dan bahkan mempertaruhkan nyawanya untuk berusaha mengabdi pada negeri ini. Adapun bentuk bantuan yang diperlukan oleh tenaga medis tersebut diantaranya adalah alat pelindung diri (APD), berbagai obat-obatan, masker, dan fasilitas lainnya yang menunjang dalam melaksanakan kewajibannya.

Bentuk solidaritas itu juga selain diperuntukkan kepada tenaga medis, terdapat banyak masyarakat pula membutuhkan bantuan yang kiranya dapat menyelamatkan jiwa mereka. Mulai dari bahan pangan yang biasanya didapatkan karena mereka bekerja, namun karena adanya peristiwa ini mereka menjadi kehilangan penghasilan. Selain itu juga peralatan pelindung diri untuk masyarakat yang berupa masker sebagai upaya pencegahan sangat dibutuhkan keberadaanya.

Bentuk contoh solidaritas digital yang sudah berjalan saat ini adalah kanal Kitabisa.com yang dibangun oleh Muhammad Alfatih Timur atau yang kerap di sapa Timmy. Melalui kanal tersebut memudahkan para masyarakat jaringan berpartisipasi untuk pengumpulan dana yang tujuan akhirnya adalah membantu masyrakat yang sangat membutuhkan. Yang mengherankan adalah sampai saat ini melalui kanal tersebut per 24 April 2020 tergalang dana untuk partisipasi kegiatan pandemi Covid-19 ini sejumlah Rp. 25.403.237.772.

Angka yang muncul dalam gambar diatas menunjukkan keefektifan penggunaan media digital sebagai sarana penggalangan dana untuk pandemi Covid-19 ini. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan fasilitas digital dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas tak terbatas oleh tempat dan waktu.

Dalam konteks permasalahan krisis pandemi Covid-19 ini, kita mampu melakukan hal yang serupa untuk saling membantu sesama masyarakat yang sangat membutuhkan. Gerakan Filontropi masih dibutuhkan selama masa krisis berlangsung, bahkan mengembalikan dampak krisis pun membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Aksi solidaritas digital dengan mengumpulkan relawan melalui media digital merupakan hal yang sangat dibutuhkan pada masa krisis seperti ini.

Kampanye Aksi Solidaritas Di Media Sosial

Penggunakan tagar dan hastag sering kali dimunculkan dalam kondisi seperti ini untuk menggiring pemikiran isu masyarakat. Menggunakan cara tersebut diharapkan terciptanya partisipasi sosial untuk bergerak bersama ikut membantu meringankan beban mereka yang lebih membutuhkan. Kegiatan kampanye aksi solidaritas di media sosial ini sangat penting untuk dilakukan dalam masa krisis pandemi seperti ini untuk saling bergotong royong dan saling membantu atas dasar kemanusiaan.

Sebagai penutup, pemanfaatan fasilitas digital dan media sosial sangat dibutuhkan untuk digunakan pada hal yang positif. Aktifitas solidaritas misalnya yang jika dikaitkan dengan kondisi pandemi wabah Covid-19 seperti ini sangat memiliki pengaruh yang sangat besar jika dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Terlebih jika diterapkannya strategi kampanye aksi solidaritas sebagai salah satu gerakan Filantropi modern, pasti akan membantu sekali dalam mengarungi masa-masa yang sulit ini. Walaupun cara ini bukanlah satu-satunya yang bisa dilakukan di masa seperti sekarang ini.