Belajar dari Rumah : Tanamkan Pendidikan Karakter Di Tengah Pandemi Corona

Belajar dari Rumah : Tanamkan Pendidikan Karakter Di Tengah Pandemi Corona

Oleh: Riyana Ulfaini

Masuknya virus Corona di Indonesia mengakibatkan kepanikan dalam tatanan masyarakat Indonesia. Dalam rangka menyikapi penyebaran virus corona yang semakin meningkat, pemerintah mengumumkan adanya himbauan belajar dari rumah dan bekerja dari rumah sebagai upaya pencegahan penularan virus corona atau covid-19. Pada tanggal 16 Maret 2020, sebagian besar satuan pendidikan di Indonesia telah memberlakukan kebijakan belajar dari rumah bagi siswa dan bekerja dari rumah bagi tenaga pendidik dan kependidikan untuk sementara waktu.

Bahkan, pada tanggal 24 Maret 2020, Pemerintah mengeluarkan adanya kebijakan peniadaan Ujian Nasional (UN). Nadiem Makarim menyatakan bahwa tidak ada yang lebih penting daripada keamanan dan kesehatan siswa dan keluarga, sehingga adanya kebijakan ini adalah untuk melindungi siswa dan keluarga dari covid-19.

Sekalipun bersifat sementara, pengalihan kegiatan belajar di sekolah menjadi di rumah tentunya akan menjadi persoalan serius apabila tidak segera diikuti dengan langkah-langkah strategis. Materi yang harus diajarkan tidak akan tersampaikan pada waktunya akibat berkurangnya jumlah tatap muka.

Dalam proses belajar mengajar yang bersifat jarak jauh atau daring, Guru diharapkan dapat memfokuskan pada pendidikan kecakapan hidup mengenai pandemi covid-19. Aktivitas dan tugas pembelajaran Belajar dari Rumah dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ fasilitas belajar dari rumah. Bukti atau produk dari aktivitas belajar dari rumah diberi umpan balik atau tanggapan yang bersifat kualitatif dan berguna bagi guru, tanpa diharuskan memberi skor/ nilai kuantitatif.

Untuk mengurangi adanya beban belajar yang dapat menimbulkan stres dan berakibat pada menurunnya imun, Guru dapat lebih menanamkan pendidikan karakter siswa dalam setiap penyampaian materi sekolah. Untuk hasil evaluasi yang biasanya dilakukan dengan PAS (Penilaian Akhir Semester) untuk kenaikan kelas, dapat dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Pendidikan karakter ini dapat berupa penanaman dan penguatan dalam mengamalkan nilai-nilai agama, etika, moral dan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menanamkan pendidikan karakter, guru dapat memberikan materi ataupun penugasan yang bersifat pengetahuan akademik maupun ketrampilan non akademik.

Dalam keadaan seperti ini, peran orang tua sebagai pendamping dan penanggung jawab setiap anak sangatlah penting. Orang tua diharapkan dapat bekerjasama dengan guru dalam memantau dan mengontrol kegiatan siswa selama belajar dari rumah. Orang tua sebagai panutan anak harus mampu memberikan contoh dan edukasi yang baik mengenai adanya kegiatan belajar dari rumah.

Kegiatan penanaman pendidikan karakter ini diharapkan dapat terlaksanan tanpa melupakan adanya kewajiban belajar materi sekolah. Karena setelah pandemi berakhir, semua akan kembali dihadapkan pada pembelajaran yang mengacu kepada kurikulum sekolah, jika siswa tidak dibekali dengan pengetahuan yang cukup, maka akan menimbulkan kesulitan pada siswa dan dapat menurukan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Dalam kegiatan belajar dari rumah ini, Guru harus dapat memberikan pembelajaran yang bermakna, sehingga nilai-nilai dari pembelajaran tersebut dapat benar-benar tertanam dalam diri siswa.

Ada beberapa materi dan metode yang dapat digunakan oleh Guru untuk menanamkan pendidikan karakter dalam kegiatan belajar dari rumah di tengah pandemi covid-19 ini, seperti edukasi mengenai pentingnya pencegahan virus corona, penugasan untuk membantu orang tua di rumah, mendalami ajaran agama masing-masing, melatih etika dan budaya siswa terhadap orang tua dan keluarga di rumah, melatih ketrampilan dan kreatifitas siswa, serta masih banyak lagi.

Dalam rangka memberikan edukasi tentang pencegahan virus corona. Guru dapat memberikan materi mengenai bahaya adanya virus corona sehingga diharuskan belajar dari rumah. Untuk membangun pengetahuan siswa, Guru dapat memberikan penugasan kepada siswa untuk mencari tahu mengenai pentingnya serta tata cara pencegahan virus corona. Selain itu, dalam penyampaian materi sekolah juga dapat diintegrasi interkoneksikan dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Dalam menyampaikan materi sekolah, Guru dapat menggunakan aplikasi seperti Google Classroom, grup WhatsApp, Google Meet dan aplikasi penunjang lainnya. Dalam hal ini Guru harus tetap memantau keaktifan siswa dalam belajar dari rumah melalui pembelajaran online. Saat diberikan tugas individu, siswa akan dilatih untuk senantiasa bersikap jujur dan orang tua sebagai pengawas secara langsung.

Selain edukasi pencegahan penularan covid-19, adanya penugasan untuk membantu orang tua akan melatih siswa untuk mempunyai sikap peduli dan tanggap pada lingkungan sekitar, khususnya keluarga. Siswa juga akan belajar untuk bertanggung jawab dalam melakukan pekerjaannya dalam rangka membantu orang tua. Kegiatan ini merupakan tantangan besar bagi setiap orang tua dalam memberikan contoh dan pengawasan yang baik kepada anaknya. Di samping itu, mengajak anak untuk beraktivitas di luar rumah seperti berjemur di bawah sinar matahari dan berolahraga secara teratur juga menjadi bagian penting dari upaya penanaman karakter yang dapat dilakukan oleh para orangtua. Dalam hal in, orang tua harusnya mempunyai tujuan yang sejalan dengan arahan dari pemerintah mengenai kegiatan belajar dari rumah.

Selain dua kegiatan di atas, hal yang tak kalah penting adalah mendalami ajaran agama bagi masing-masing siswa. Untuk menumbuhkan jiwa spiritual, siswa dapat diminta untuk melakukan aktivitas keagamaan sesuai dengan agama masing-masing. Seperti melaksanakan sholat dhuha dan mengaji bagi siswa muslim. Serta mendoakan agar pandemi corona segera berakhir sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Orang tua sebagai pendamping siswa di rumah juga diharapkan membantu siswa dalam penugasan ini. Sebagai evaluasi dari kegiatan ini, guru dapat meminta orang tua siswa untuk mengirimkan foto sebagai bukti laporan dari kegiatan siswa selama belajar di rumah.

Sedangkan dalam rangka meningkatkan ketrampilan dan kretivittas siswa, Guru dapat memberikan tugas kepada siswa untuk membuat poster atau pun inovasi dalam rangka pencegahan penularan virus corona yang dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh siswa diberi tugas untuk menciptakan inovasi pencegahan penularan virus corona dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan matematika. Maka siswa dapat membuat misalkan alat untuk cuci tangan dari galon atau jerigen, sebagiamana cuci tangan merupakan salah satu upaya pencegahan virus corona dan cara pembuatannya yang tidak lepas dari ilmu matematika.

Demikian adalah beberapa pendidikan karakter yang dapat ditanamkan kepada siswa di tengah pandemi covid-19 ini. Pendidikan karakter masih dapat dijalankan beriringan dengan pendidikan yang bersifat materi sekolah, sehingga tidak menhapuskan sisi penting dari materi sekolah yang akan siswa lanjutkan setelah pandemi ini berakhir.