DAYA TARIK SOSIAL MEDIA TERHADAP POLA PIKIR SESEORANG
DAYA TARIK SOSIAL MEDIA TERHADAP POLA PIKIR SESEORANG
Oleh: Annisa Fandiyani
Sosial media sudah tidak asing lagi di telinga kita bahkan dari berbagai kalangan masyarakat. Apakah hanya sebatas mengenal yang namanya WhatsApp, Facebook, Twitter, Instagram, Email, dan dengan sejenis lainnya? Media sosial sendiri merupakan sebuah media daring, forum, blog, dan lainnya. Timbulnya sosial media di awali oleh adanya penggunaan internet yang semakin meningkat. Setelah terciptanya internet yang semakin merajai di seluruh dunia, sosial media saat ini menjadi platform.
Memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif serta untuk dapat berkontribusi besar kepada masyarakat dan untuk menjembatani atau mendimensikan sebuah ilmu pengetahuan ke dalam lini kehidupan ini. Mengakses media sosial sudah menjadi suatu kebiasaan yang tidak terpisahkan dalam kehidupan banyak orang. Hampir semua mempunyai media sosial yang mereka yakini akan menjadikan sumber informasi dari ponsel pintarnya, walaupun hanya untuk sekedar bertukar kabar, maupun mendapatkan informasi yang tidak bisa kita jangkau dengan dekat.
Saat ini banyak pengguna sosial media yang aktivitas-aktivitasnya seperti dalam dunia hiburan (musik, film, dan games online), berbagi informasi pribadi (yang berupa quotes, foto, video), dan ada juga pengguna sosial media untuk kegiatan mencari ruang belajar agar bias memecahkan sebuah solusi, yang kerap kali kita jumpai yakni pengaktualisasi diri di berbagai status, history, chatting hingga stalking. Mencari teman baru, berbelanja online, the reading, dan untuk mengisi waktu luang yang dapat memicu kecanduan para pengguna dan biasanya orang seperti ini yakni mereka adalah orang-orang dalam kegabutan yang hakiki.
Jika terlalu banyak bahkan sering menikmati dunia sosial media, maka kebermanfaatan yang diperoleh akanlah sedikit dan dalam situasi yang kritis untuk para penggunanya. Sosial media dapat dimanfaatkan seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, Linkedln, Pinterest, dan lain sebaginya untuk dapat menyebarkan informasi yang faktual, mencegah dan meminimalisir kejahatan-kejahatan cyber, dan lain-lain. Alasan lain sosial media banyak digunakan salah satunya karena lebih mudah diterima, diakses, diperoleh, dan yang paling penting yakni up to date.
Saat ini baik tua, muda, wanita, pria, anak-anak maupun orang dewasa yang menyukai sosial media. Seharusnya kita mampu membatasi dalam penggunaan sosial media untuk mencegah dan meminimalisir kejadian yang tidak terduga. Gunakan sebaik mungkin di waktu luang mu untuk melakukan berbagai aktivitas-aktivitas yang positif. Fahami betul informasi yang di dapat, jika perlu saring terlebih dahulu informasi yang di dapat yang seharusnya menjadi privasi bagi kita. Kunjungi akun sosial media yang terpercaya, mengingat manfaat yang diperoleh dan yang akan dilakukan untuk melangkah ke depan. Hal yang perlu diperhatikan yaitu privasi, keamanan dan kenyamanan.
Di zaman ini, kita harus cerdas dalam menggunakan dan menyerap informasi yang ada di sosial media. Dengan berkembangnya sosial media ini dapat berpengaruh buruk terhadap penggunanya. Biasanya yang sering kali dijumpai seperti pembajakan identitas, pelecehan, penipuan, bulyying, kekerasan, pornografi, rasa panik atau resah yang menjadikan kurangnya rasa percaya diri dan lebih gagap pada lingkungan sosial dan termasuk game online.
Sosial media dapat mematikan kreativitas seseorang karena banyak orang yang mengatakan bahwa sebuah inspirasi, ide, gagasan dengan yang menjiplak atau plagiat tidak jauhlah berbeda. Terkadang kepercayaan terhadap sosial media daripada apa yang dilihat dari sebuah pandangan realistis pada diri sendiri.
Daya tarik sosial media bagi berbagai kalangan yakni terciptanya komunikasi di seluruh kalangan dan membangun relasi dengan orang lain yang beranekaragam karakteristik, berbagi informasi dalam beragam bentuk kontennya. Ikut berpartisipasi dalam suatu organisasi sesuai kemampuan dalam bidang yang mereka kuasai. Fitur-fitur yang ada di masing-masing jenis media menjadi daya tarik bagi sebagian besar pengguna sosial media.
Pola pikir seseorang saat ini akan berdampak kepada penggunanya secara langsung karena Sosial Media dapat rentan sekali menyebarkan kebohongan, hujatan yang nantinya malah akan menjadi pemicu rusaknya Pola Pikir Seseorang. Alhasil, media sosial dapat dijadikan sebagai saran kejahatn oleh para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Kita lebih bersikap selektif untuk melindungi diri dari jeratan kejahatan yang marak terjadi.
Lantas saat ini kebanyakan pengguna sosial media hanya sebagai pembaca yang pasif, kurangnya filter literasi dan perlunya pertimbangan-pertimbangan dalam menulis di sosial media. Tentunya kita saat ini akan lebih mudah dalam mendapatkan informasi yang secara bijak dan kritis agar dapat menyaring informasi mana saja yang memiliki nilai positif dan menghilangkan informasi yang dirasa tidak layak untuk konsumsi publik.
Oleh karenanya, agar masyarakat umum tidak terus menerus tenggelam di lautan terdampar oleh banyaknya informasi yang mereka tidak filter. Maka dari itu, diperlukan upaya untuk menumbuhkan kesadaran dan tingkat kritis pembaca. Gunakan media sosial secara hati-hati dan tetap proporsional dengan perdamaian.
Ingat! Mulut mu, Harimau mu! Tetapi saat ini beralih pada Jari mu, Harimau mu!