Pengaruh Puasa Ramadhan pada Kesehatan
Pengaruh Puasa Ramadhan pada Kesehatan
Oleh : Mirza Miftahun Ni’amah
- Pendahuluan
Ramadhan merupakan bulan yang agung dan penuh keberkahan. Setiap orang yang beriman diwajibkan berpuasa baik laki-laki maupun perempuanyang sudah baligh dan berakal sehat, kecuali orang-orang yang karena darurat dan mendapat dispensasi. Adapun orang mukmin yang melakukannya akan mendapatkan pahala yang tidak terbatas oleh Allah, selain itu Allah akan mengampuni dosa-dosa orang mukmin yang telah berlalu.
Puasa telah dilakukan sejak zaman dahulu sebelum adanya Islam, dan dilakukan oleh ummat beragama lainnya dengan masing-masing cara yang mereka percayai. Dengan puasa, kita dapat hidup sehat secara jasmani maupun rohani. Secara medis, puasa dapat membersihkan toxic dan zat-zat yang menumpuk dalam saluran percernaan, ginjal, dan organ-organ lain. Meskipun tubuh kita mempunyai kemampuan mekanisme untuk membersihkan sendiri, tetapi tubuh juga mempunyai kapasitas batasannya.
- Pembahasan
- Kewajiban Puasa Ramadhan
Secara bahasa, puasa yaitumenahan diri dari sesuatu.[1] Sedangkan secara istilah, puasa yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan, mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari, dengan beberapa syarat tertentu.[2]
Puasa pada bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang ketiga, dan kewajiban berpuasa bagi ummat islam sudah termaktub dalam al-Qur’an, Hadist, dan ijma’ ulama.
Dalam al-Qur’an Allah berfirman dalam QS. al-Baqarah ayat 183, yang berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. al-Baqarah: 183)[3]
Adapun dalil Sunnah yang merupakan sabda Rasul, berbunyi:
بني الاسلام على خمس شهادة ان لا اله الا الله وان محمدا رسول الله واقام الصلاة وايتاء الزكاة وصوم رمضان و حج البيت من استطاع اليه سبيلا
Artinya : “Islam didirikan atas lima pondasi, yaitu kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa ramadhan, dan haji ke Baitullah bagi yang mampu melaksanakan”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian ummat Islam sepakat bahwa adanya kewajiban puasa pada bulan Ramadhan. Kewajiban puasa Ramadhan dimulai setelah pemindahan kiblat ke Ka’bah pada tanggal 10 Sya’ban pada tahun kedua Hijriyyah. Menurut ijma’ ulama bahwa jarak pemindahan kiblat dan kewajiban berpuasa yaitu satu tahun setengah. Dan Rasulullah sempat melaksanakan puasa Ramadhan sebanyak 9 kali.[4]
- Manfaat Puasa Ramadhan
Adanya kewajiban berpuasa bagi ummat islam dikarenakan Puasa Ramadhan memiliki banyak manfaat atau faedah, diantaranya yaitu: Pertama, suatu bentuk ketaatan kepada Allah SWT, orang mukmin yang berpuasa akan mendapatkan pahala yang setimpal dan tidak terbatas oleh Allah, selain itu Allah juga akan memberikan ridho terhadap orang mukmin yang berpuasa dan juga dapat menghapus dosa-dosa yang telah berlalu. Kedua, memperbaiki moralitas dan dapat dijadikan sarana latihan untuk melakukan perbuatan-perbuatan terpuji. Ketiga, dapat mengajarkan hidup disiplin untuk makan dan minum sesuai waktu yang telah ditentukan. Keempat, dapat menumbuhkan rasa kasih sayang dan memupuk ukhuwah islamiyyah. Kelima, dapat menyehatkan tubuh dengan cara mengistirahatkan perut yang biasanya selalu penuh dengan makanan. Keenam, dapat menimbulkan rasa solidaritas di kalangan semua umat islam. Dalam artikel ini, saya memfokuskan pada manfaat puasa yang nomor lima, yaitu dapat menyehatkan tubuh dengan cara mengistirahatkan perut yang biasanya selalu penuh dengan makanan.
- Puasa Perspektif Kesehatan
Aktifitas puasa secara fisik dapat menyehatkan anggota tubuh manusia yang melakukan puasa. Dalam hal ini puasa berarti mengistirahatkan saluran pencernaan. Dalam skala makro, puasa akan berdampak pada sel-sel tubuh, dimana reaksi-reaksi biokimiawi berlangsung. Ketika alat pencernaan istirahat, energi yang dibutuhkan diambil dari cadangan karbohidrat dan timbunan lemak. Dalam jiwa yang seimbang, reaksi-reaksi biokimiawi berjalan lebih lancar, terarah, dan tidak membahayakan.
Menurut ahli kedokteran, bahwa makan dan minum yang berlebihan dapat membahayakan lambung, menghancurkan hati, memberatkan kinerja jantung, mengerasnya pembuluh darah, sesak dada, naiknya tekanan darah, dan menyebabkan kencing manis. Dengan hal tersebut Allah berfirman yang sudah termaktub dalam al-Qur’an QS. al-A’raf ayat 31 yang artinya bahwa “makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan”. Mengenai hal tersebut kita harus bisa membatasi makan dan minum sesuai kadarnya saja dan dianjurkan untuk menahan nafsu, tentunya dengan berpuasa.[5]
Ketika mengalami starvasi atau sering disebut dengan kelaparan dalam berbagai bentuk akan mengganggu kesehatan tubuh. Namun, dalam puasa Ramadhan terjadi sebaliknya yaitu menjadikan keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya dalam membantu peremajaan sel dan komponennnya untuk memproduksi glukosadarah dan mensuplei asam amino darah sepanjang hari.
Secara biologi, selama melakukan puasa tubuh akan mengalami proses metabolisme atau makanan didaur ulang dalam sistem pencernaan kurang lebih sekitar delapan jam, dan itu merupakan waktu yang ideal bagi sistem pencernaan untuk melakukan istirahat tanpa memasukkan makanan atau minuman lagi.
- Penutup
Manfaat puasa bukan dalam hal kesehatan psikis saja, melainkan memiliki manfaat dalam kesehatan fisik akibat makan yang berlebihan, diantaranya dapat mencegah penyakit jantung, penambahan sel darah putih, menghindari penyakit kanker, menghindari penyakit diabetes, dan dapat mengurangi kecanduan merokok.
Kemudian banyak dipahami manusia bahwa makanan bergizi dapat menyehatkan, dapat menyehatkan jika makan makanan dengan tidak berlebihan, karena over nutrisi kemudian mengakibatkan kegemukan dan menimbulkan berbagai penyakit. Dengan demikian, puasa dapat menyehatkan tubuh, sebab makanan berkaitan dengan metabolisme tubuh. Ketika melakukan puasa, sistem pencernaan dapat melakukan istirahat dengan baik dan terjadi degradasi dari lemak dan glukosa darah.
Daftar Pustaka
al-Zuhaily, Wahbah, al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuh, juz 3, Damaskus: Dar al-Fikr, 1997
Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Kudus: Mubarrokatan Thoyyibatan, 2014
Djufri, Khusrur Rony, Hikmah Puasa Bagi Kesehatan Manusia, Kesamben: Jelajah Ilmu MPA 288, 2010
Musfah, Jejen, Risalah Puasa: Menjadikan Puasa Penuh Pahala, Yogyakarta: Hijrah, 2004
Rasyid, Sulaiman, Fiqh Islam, Jakarta: Attahiriyah, 1984
[1] Jejen Musfah, Risalah Puasa: Menjadikan Puasa Penuh Pahala, (Yogyakarta: Hijrah, 2004), hlm. 22
[2] H. Sulaiman Rasyid, Fiqh Islam, (Jakarta: Attahiriyah, 1984), hlm. 216
[3] Kementrian Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, (Kudus: Mubarrokatan Thoyyibatan, 2014), hlm. 44
[4] Wahbah al-Zuhaily, al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuh, juz 3 (Damaskus: Dar al-Fikr, 1997), hlm. 1629
[5] Khusrur Rony Djufri, Hikmah Puasa Bagi Kesehatan Manusia, (Kesamben: Jelajah Ilmu MPA 288, 2010), hlm. 46